Tidak ada yang tidak mengenal Wikipedia sebagai ensiklopedia multilungual – yang didukung oleh Yayasan non-keuntungan Wikimedia – yang merupakan referensi umum yang paling populer di Interenet. 2,8 juta artikel dalam bahasa Inggris ditulis secara kolaboratif oleh para relawan di seluruh dunia, Jonathan Dee dari The New York Times, dan Andrew Lih dalam Simposium Internasional kelima pada Jurnalisme Online menyebutkan pentingnya Wikipedia yang tidak hanya sebagai referensi ensiklopedia tetapi juga sebagai sebuah sumber berita yang sering kali diperbaharui. Keberadaan pentingnya ensiklopedia multilungual di internet dibutuhkan oleh semua komunitas masyarakat, tidak terkecuali komunitas Muslim di seluruh dunia. Tidak sedikit ensiklopedia online yang menyediakan referensi berita maupun segala pengetahuan tentang Islam, tetapi untuk menemukan yang paling dipercaya dan paling akurat akan sangat sulit mengingat kebanyakan dari artikel tersebut dapat diubah oleh siapa pun yang dapat mengakses situs Wikipedia maupun situs ensiklopedia Muslim lain. Hal inilah yang membuat reliabilitas dan akurasi menjadi satu masalah dalam proses editorialnya. Tidak jarang para pengguna Internet Muslim tertipu oleh nama dari ensiklopedia Islam tersebut.
Salah satu diantara situs ensiklopedia tersebut adalah WikiIslam.com. Pada September 2006, Faith Freedom International – sebuah organisasi yang mengkalim dirinya sebagai akar dari pergerakan seluruh dunia dari ex-Muslim dan semua yang khawatir tentang meningkatnya ancaman Islam – meluncurkan WikiIslam. FFI – pendiri dari WikiIslam merupakan organisasi yang didirikan oleh seorang mantan Muslim Iran yang tidak taat yang bertempat tinggal di Kanada.
Nampak sekilas bahwa alamat situs tersebut merupakan sumber rujukan lengkap bagi Muslim, tetapi jika dilihat dengan teliti, situs tersebut merupakan sebuah komunitas yang mengumpulkan bahan-bahan negatif dan kritis tentang Islam. Menurut bagian FAQ dalam situs tersebut, “Perbedaan utama antara WikiIslam dan Wikipedia adalah pendapat kritis dari Islam tidak disensor pada WikiIslam untuk kebenaran politik.” Disebutkan pula dalam bagian yang sama situs tersebut bahwa tujuan utama dari WikiIslam adalah untuk membantu Muslim meninggalkan Islam dengan menyediakan informasi yang sebaliknya mungkin tidak tersedia bagi mereka. Karena sifat dasar kontroversial dari situs tersebut yang menujukan pada vandalisme, karena hal itu pula lah peningkatan tindakan keamanan telah dikerjakan.
WikiIslam merupakan subjek pembicaraan dari sebuah artikel pada masalah 7/2007 dari jurnal Contemporary Islam, yang berjudul “Cyber-Islamophobia? The case of WikiIslam” (Cyber-Islamophobia? Kasus WikiIslam), yang memperdebatkan bahwa situs tersebut melakukan bias pemilihan dengan mengumpulkan hanya bahan-bahan negatif dan kritis. Artikel tersebut menyatakan bahwa “Dalam hubungannya pada kriteria yang dirancang oleh the Runnymede Trust … seharusnya cukup mudah untuk memberi nama kebanyakan bahan-bahan yang diterbitkan pada WikiIslam sebagai bentuk ekspresi dari Islamophobia.” Göran Larsson menambahkan bahwa “kesan saya adalah cerita yang dilaporkan oleh WikiIslam hanya dipilih untuk menunjukkan bahwa Muslim merupakan orang yang bebal, terbelakang atau bahkan bodoh.” Karena kehadiran dari bahan-bahan yang diperoleh dari situs yang lain, seperti MEMRI, artikel tersebut mencatat bahwa “menjadi jauh lebih sulit untuk membantah bahwa semua informasi yang diposkan pada WikiIslam merupakan Islamophobik.”
Tidak jarang terdapat artikel ataupun definisi dari satu istilah Islami yang mengejutkan terdapat dalam situs tersebut. Yang sangat mengejutkan adalah pada halaman utama dari WikiIslam ditunjukkan sebuah kartun nabi Muhammad dari harian Denmark. Tidak hanya itu, cobalah masukkan satu kata kunci dalam mesin pencari (search engine) WikiIslam tentang Allah, maka muncullah definisi mengejutkan yang akan membuat telinga kebanyakan Muslim geram atas kontroversi yang disebutkan dalam definisi tersebut. Disebutkan bahwa “Menurut Muslim, Allah merupakan Pencipta dari jagad Raya. Allah tidak berarti ‘Tuhan tetapi lebih kepada ‘Pencipta Jagad Raya’ dan hal ini merupakan tanda dari asal muasal musyrik Islam. Pada era sebelum Islam, Allah merupakan pencipta tertinggi, dewa dari orang-orang Arab. Kata Allah pada awalnya merupakan nama dari sebuah dewa bulan yang tinggal dalam sebuah batu yang terletak di Ka’bah. Allah juga merupakan Tuhan Bulan diantara tuhan-tuhan yang mereka percaya.”
Menurut sebuah penelitian pada 2002 oleh profesor jonathan Zittrain dan Benjamin Edelman dari Universitas Harvard, Saudi Arabia telah melarang situs tersebut. The Public Interest Registry (layanan Pendaftaran Kepentingan Publik) yang digunakan oleh semua domain.org, dan Alexa.com menyatakan bahwa situs FFI bertempat di Bellevue, Washington USA. Rangking lalu lintas untuk organisasi tersebut mengalami naik turun sejak didirikan pada Juni 2001. menurut Site Meter, FFI telah memiliki lebih dari 25 juta pengunjung sejak didirikan, menerima kira-kira 10.000 pengunjung setiap hari sekitar satu juta halaman ditonton setiap bulan. (ppt/wp/wi/pbs) Dikutip oleh SuaraMedia.com







June 3, 2009 at 12:41 pm
kalau ada sumber-sumber referensi yang menyudutkan islam ya …jangan dipakai sbg referensi aja.. gitu aja ko repot. karena kalau orang sudah murtad, maka dia tidak harus dipercayai,dan memang sulit untuk kita percaya karena sudah memiliki prejudice.
membaca sumber2 berasal dari orientalis yg netral jauh lebih baik dari pada membaca sumber dari mantan muslim.
karena itu dalam pendidikan islam harus dibudayakan pola pendidikan yang kritis, mengembangkan daya analitis, open-minded terhadap pengetahuan,dan jangan hanya berkutat pada permasalahan fiqih.
satu contoh: bagi orang yg memiliki daya analitis, ia akan menemukan banyak jawaban dari satu pertanyaan yang diajukan. berbeda dengan pola pendidikan yg hanya menekankan pada hapalan belaka, karena dari satu pertanyaan hanya akan muncul satu jawaban, dan ini akan melemahkan kreativitas berfikir.
coba anda perhatikan orang2 yg memiliki latar pendidikan dari Amerika, biasanya mereka mempunyai daya analisis yang baik terhadap suatu persoalan. karena diamerika pola penekanan pendidikan adalah dengan menciptakan daya kritis siswa atau mahasiswanya, berbeda dengan di indonesia, umumnya setingkat SD, SMP,SMU masih ditekankan hapalan.ketika masuk bangku kuliah watak seperti ini biasanya masih melekat dan hanya sebagian kecil saja yg memiliki daya kritis.
salah satu cara untuk membangun daya kritis itu adalah dg mempelajari filsafat ataupun ilmu kalam (dalam keilmuan islam). tapi masih saja banyak umat islam yang curiga terhadap filsafat, mungkin karena mereka terlalu banyak mengkaji fiqih, sehingga semuanya serba hitam dan putih.
saudarku sesama muslim …ayolah.. kembangkan metode study kalian menjadi lebih rasional dan analitis. khususnya kepada para guru-guru, ustadz-ustadzah, dosen, dan para pendidik lainnya.
salamualaikum buat yg muslim
salam sejahtera buat yg beragama lain
tanks…..
September 14, 2009 at 2:19 am
mudah-mudahan muslimin di seluruh penjuru negeri, utamanya indonesia ini semakin tahu dan menyadari bahwa sumber dari segala referensi adalah al Qur’an dan Hadits. Inna ashdaqol haditsi kitabullah, wa khairul hadyi hadyu Muhammad. cuman situasinya adalah bahwa ilmu itu harus dicari, bukan ilmu yang mencari muridnya. dan belajar itu mesti dengan guru, bukan otodidak. karena banyak perkara dien yang tak akan selesai dengan angan-angan. lha wong para sahabat yang asli arab saja mesti diajarain sama Rasulullah je….. apalagi wong ‘ajam….