“Saya yakin pengembangan senjata nuklir Iran tidak bisa diterima. Kami harus mengupayakan usaha internasional untuk mencegah itu terjadi. Dukungan Iran terhadap kelompok teroris, saya kira sesuatu yang harus dihentikan”

Perkataan Obama ini tidak konsisten dengan  janji kampanyenya menjelang akhir pemilihan pendahuluan Demokrat. Saat itu Obama menyatakan jika dirinya menjadi presiden, ia akan mempertimbangkan membuka dialog dengan negara-negara yang selama ini bermusuhan dengan Amerika. Negara-negara itu antara lain adalah Iran, Korea Utara, dan Kuba.

Website Resmi Obama juga mengatakan hal yang senada :

“Obama and Biden will present the Iranian regime with a clear choice. If Iran abandons its nuclear program and support for terrorism, they would offer incentives like membership in the World Trade Organization. If Iran continues its troubling behavior, Obama and Biden will step up our economic pressure and political isolation”.

Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengecam pernyataan Obama bahwa Iran berusaha membuat senjata nuklir. ’’Pernyataan itu mengisyaratkan ada kesamaan sikap Obama dengan kebijakan keliru Pemerintah Amerika sebelumnya,’’ kata Larijani, seperti dikutip kantor berita IRNA.

Kecaman ini seolah-olah menganulir pernyataan Ali Larijani sebelum Barack Hussain Obama Terpilih menjadi presiden.

“Namun, sekarang saya 100 persen memastikan bahwa AS tidak akan melancarkan perang terhadap Iran. Krisis ekonomi telah membebani biaya AS 1.400 miliar dollar dan Washington sedang bekerja untuk memecahkan masalah dalam negerinya dan tidak perang.”

“Kami lebih condong untuk menyukai Barack Obama karena ia lebih fleksibel dan rasional, meskipun kami tahu kebijakan Amerika tidak akan berubah banyak,” kata Larijani dalam kunjungan ke Bahrain, Rabu (22/10).


  1. 4x4

    permission to using your link at my blog, thankyou…

  2. pute

    yaah sioniz dipercaya…
    kafir tetap ajah kafir




Leave a Comment